Al-Qur?an adalah sholihun likulli zaman wa makan relevan untuk setiap waktu dan tempat. Namun, untuk menjaga relevansi tersebut di tengah arus modernitas yang kian kompleks, diperlukan jembatan pemikiran yang kokoh. Buku ini hadir sebagai upaya kecil penulis untuk memotret perjalanan panjang metodologi tafsir, mulai dari era klasik yang kental dengan corak tekstual-tradisional (manhaj al-naqli), hingga transformasi menuju pendekatan kontekstual yang lebih responsif terhadap dinamika zaman.
Unduh untuk perangkat lain: