Di antara debu kota kecil Maumere, seorang pemuda bernama Punca Purnama tumbuh dengan segenggam buku dan segudang pertanyaan. Hidup dalam kesederhanaan, ia menjadikan rasa ingin tahunya sebagai lentera untuk menelusuri makna iman, Tuhan, dan kemanusiaan. Setiap keraguan adalah doa, setiap tanya adalah jembatan menuju kesadaran. Melalui perjalanan batin yang puitis dan reflektif, Punca belajar bahwa beriman bukan berarti berhenti bertanya
Unduh untuk perangkat lain: