Masihkah Anda Percaya Sepenuhnya pada Google Translate? Di era digital, Google Translate adalah penyelamat instan. Namun, saat berhadapan dengan kolokasi—pasangan kata yang menjadi ruh kealamian bahasa—mesin ini ternyata sering kali “tersesat”. Mengapa kita menyebut heavy rain tapi bukan thick rain? Dan mengapa mesin sering kali gagal menangkap logika sederhana seperti ini? Melalui analisis terhadap 2.010 data kolokasi, buku ini mengungkap fakta mengejutkan: 85% terjemahan kolokasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia ternyata meleset. Mulai dari jebakan makna harfiah hingga buta konteks budaya, buku ini membedah “dosa-dosa” linguistik kecerdasan buatan yang sering kita abaikan. Sebuah pengingat tajam bahwa di balik kecanggihan algoritma, sentuhan manusia tetaplah tak tergantikan.
Unduh untuk perangkat lain: