Buku ini mengajak pembaca menyusuri jejak sosial dan demokrasi di Kepulauan Riau (Kepri), dari sudut pandang seorang jurnalis yang telah lama bersetia pada kata dan ruang publik. Ia menulis dengan gaya reflektif yang khas, menggabungkan narasi personal, analisis sosial, dan kesadaran sejarah. Esai-esai dalam buku ini merekam transformasi masyarakat pesisir: pendidikan digital di pulau-pulau, pariwisata halal yang membentuk wajah baru Kepri, serta peran anak muda dalam membangun ruang publik yang inklusif. Di tengah arus modernisasi dan tantangan identitas, Ridarman Bay menyajikan suara lokal yang jernih dan berdaya. Lebih dari sekadar dokumentasi, Merekam Kepri adalah upaya menjaga ingatan kolektif dan menyemai harapan. Ditulis dengan empati dan ketajaman, buku ini menjadi bacaan penting bagi mereka yang peduli pada jati diri daerah, demokrasi, dan masa depan generasi muda. Bagi pembaca yang terbiasa dengan narasi yang menggabungkan kedalaman analisis dan kepekaan sosial, buku ini menawarkan perspektif yang segar dan bermakna. Ia bukan hanya arsip pemikiran, tetapi juga undangan untuk terus menulis, merekam, dan menjaga ruang publik agar tetap hidup
Unduh untuk perangkat lain: