Antologi cerpen ini mengumpulkan kisah-kisah tentang manusia yang hidup di tengah benturan tradisi lama dan dunia digital. Tema besarnya: bagaimana orang-orang sederhana berjuang menemukan jati diri, mempertahankan nilai, dan ngadepin realitas yang makin absurd. Bagian pertama ngulik kisah-kisah bernuansa spiritual dan budaya. Ada Sujaki yang ikut ritual Kebo-keboan demi kerinduan pada anaknya, lalu hilang secara misterius. Ada Anthea yang belajar bangkit setelah kehilangan cinta sejatinya. Ada juga Kirana dan Raden yang menemukan arti literasi budaya lewat wayang, batik, dan tradisi. Bagian kedua geser ke isu moral modern. Tokoh-tokohnya berhadapan sama hoaks, manipulasi digital, dan tekanan sosial. Gio jadi pejuang anti-hoaks. Raras akhirnya mendapatkan keadilan setelah kasus perundungan dibongkar sahabatnya. Dama terjebak penipuan online. Toni, Nawara, Meranra, dan Oridek nunjukkin bahwa literasi dan pendidikan itu bisa beneran ngubah hidup. Bagian terakhir nyorot proses pendewasaan. Tokoh-tokohnya menemukan diri mereka lewat refleksi dan pengalaman pahit. Ada yang pulih dari kejenuhan hidup, ada yang bangkit dari perundungan, ada yang menyadari potensi unik dirinya sendiri. Keseluruhan buku ini ngajak pembaca melihat dunia dengan lebih jujur
Unduh untuk perangkat lain: