Realitas perubahan iklim, deforestasi, dan polusi yang kian masif menuntut respons yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga kultural dan edukatif. Pendidikan, sebagai pilar peradaban, memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab tantangan zaman ini. Dalam konteks inilah, Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) hadir bukan sekadar sebagai mata pelajaran keterampilan berbahasa, melainkan sebagai wahana humanistik yang powerful untuk membentuk cara pandang, kepekaan nurani, dan komitmen ekologis peserta didik.
Unduh untuk perangkat lain: