Berangkat ke Iran demi ilmu, tokoh "aku" tak pernah menduga bahwa tanah Persia akan merombak seluruh isi kepalanya tentang kehidupan. Di antara pesona kota Isfahan dan kehangatan perantauan, langkahnya justru diuji oleh sebuah perjodohan tak terencana-pernikahan tanpa proses jatuh cinta yang langsung dipisahkan oleh jarak sesaat setelah akad. Lewat rindu yang tertahan dan ketidakpastian yang membentang, ia belajar bahwa cinta tak selalu datang dengan gemuruh, melainkan tumbuh lewat kesabaran. Aku, Persia, dan Sebuah Pulang adalah novel reflektif yang hangat tentang pencarian diri, jarak, dan kedewasaan; sebuah pelukan bagi siapa saja yang sedang berjalan menuju "pulang", meski belum tahu pasti ke mana hatinya akan berlabuh.
Unduh untuk perangkat lain: