Perkembangan dunia usaha dan profesi akuntansi tidak lagi dapat dilepaskan dari tuntutan keberlanjutan. Perusahaan diharapkan tidak hanya mencatat kinerja keuangan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya. Transformasi ini mendorong lahirnya akuntansi keberlanjutan sebagai pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam proses pengukuran, pelaporan, serta pengambilan keputusan. Kebutuhan terha dap sumber belajar yang sistematis dan kontekstual menjadi semakin penting, khususnya bagi mahasiswa dan praktisi yang ingin memahami praktik akuntansi modern yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Buku ajar ini disusun untuk memberikan landasan konseptual sekali gus pemahaman praktis mengenai akuntansi keberlanjutan. Pembahasan dimulai dari evolusi pemikiran akuntansi menuju sustainability accounting, konsep pembangunan berkelanjutan dan tujuan pembangunan global, hingga kerangka triple bottom line yang menempatkan people, planet, dan profit sebagai satu kesatuan kinerja. Selanjutnya diuraikan teori-teori yang melandasi praktik pelaporan keberlanjutan seperti stakeholder theory, legitimacy theory, dan institutional theory, disertai pemahaman tentang akuntabilitas sosial dan lingkungan dalam organisasi.
Unduh untuk perangkat lain: