Di tengah arus pragmatisme dan dominasi pendekatan teknokratis dalam pengelolaan pendidikan, book chapter ini tampil sebagai upaya intelektual yang berani untuk mengembalikan manajemen pendidikan pada fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya. Manajemen pendidikan tidak semestinya dipahami semata sebagai mekanisme administratif dan instrumen efisiensi, melainkan sebagai praksis bermakna yang sarat nilai, berorientasi pada pembentukan peradaban, dan berpijak pada visi kemanusiaan. Pada bagian ini menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki peran sentral dalam membingkai paradigma manajemen pendidikan agar tidak terjebak pada logika mekanistik dan reduksionistik. Melalui pendekatan filosofis yang kritis dan reflektif, pembaca diajak untuk memahami bahwa setiap kebijakan, strategi, dan praktik manajerial sejatinya berangkat dari asumsi-asumsi dasar tentang hakikat manusia, pengetahuan, kekuasaan, dan tujuan pendidikan itu sendiri. Saya menilai book chapter ini relevan tidak hanya bagi mahasiswa program magister dan doktor, tetapi juga bagi para pengambil kebijakan, pimpinan lembaga pendidikan, serta praktisi yang ingin menata ulang orientasi manajemen pendidikan secara lebih visioner, etis, dan berkeadaban. Karya ini memperlihatkan sinergi antara kedalaman konseptual dan sensibilitas kritis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas pendidikan di era transformasi global. Buku ini merupakan hasil diskusi di ruang kuliah pascasarjana S3 manajemen pendidikan Unesa dan tugas akhir semester. Di samping itu buku ini sudah direview bersama dosen pengampu yaitu Prof. Dr. Rusijono, M.Pd dan Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd secara inten ketika berdiskusi di kelas.
Unduh untuk perangkat lain: