Dermatitis Atopik (DA) yang juga dikenal sebagai eksim atopi, adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang dapat mengganggu fungsi kulit. DA ditandai dengan gatal yang memburuk pada malam hari, lesi eksimatosa yang kambuh, nyeri kulit, dan perjalanan penyakit yang fluktuatif. Kortikosteroid topikal sebagai terapi lini pertama DA memiliki keterbatasan serius, termasuk risiko Topical Steroid Withdrawal (TSW) – suatu sindrom kompleks pasca-penghentian steroid yang ditandai eritema difus, sensasi terbakar, dan rebound inflamasi yang lebih berat daripada kondisi awal. Mekanisme TSW melibatkan disregulasi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal, disfungsi sawar kulit, dan hiperaktivasi respon imun. Hingga saat ini, tatalaksana TSW masih bersifat suportif (skin barrier repair dan terapi simtomatik) tanpa intervensi farmakologis spesifik. Pendekatan fitoterapi berbasis tanaman obat Indonesia menawarkan solusi potensial melalui mekanisme multi-target yang mencakup antiinflamasi, imunomodulasi, dan reparasi sawar kulit. Kombinasi tanaman sambiloto, brotowali, kunyit dan lada hitam ini dirancang untuk menargetkan aspek patofisiologi TSW secara sinergis, dengan pendekatan formulasi terstandar yaitu kapsul untuk menjamin konsistensi efek terapeutik. Buku ini berisi penjelasan tentang dermatitis atopik, eksim, terapinya dan pengembangan produk kapsul bahan alam (sambiloto, brotowali, kunyit, lada hitam) yang diharapkan dapat menjadi terapi adjuvan yang aman, efektif, dan bebas risiko ketergantungan steroid, sekaligus menjawab kebutuhan klinis yang belum terpenuhi dalam tatalaksana TSW.
Unduh untuk perangkat lain: