Buku ini mengkaji dampak dari kondisi kerja, rekrutmen dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, serta budaya keselamatan terhadap kualitas pelaut, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesehatan mental. Kesehatan mental secara signifikan memediasi hubungan antara faktor-faktor ini dan kualitas pelaut. Pelatihan dan pengembangan muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh, diikuti oleh budaya keselamatan, rekrutmen dan penempatan, dan kondisi kerja. Di dalam buku ini juga ditampilkan bahasan yang menekankan pentingnya meningkatkan dukungan kesehatan mental untuk memperbaiki kondisi kerja, proses rekrutmen, inisiatif pelatihan, dan budaya keselamatan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pelaut secara keseluruhan. Buku ini juga membahas kesenjangan empiris dengan memberikan strategi praktis untuk meningkatkan kualitas pelaut Indonesia dan stabilitas pekerjaan di industri maritim global.
Unduh untuk perangkat lain: