Suatu sore, Deva duduk sendirian di lapangan sekolah sambil memperhatikan sekelilingnya. Di kejauhan, ia melihat beberapa pasangan yang tertawa lepas, bercanda tanpa beban, dan terlihat begitu hidup. Tidak ada yang istimewa dari mereka, tetapi suasana yang mereka ciptakan terasa hangat. Deva tanpa sadar membandingkan. Ia menunduk, melihat ponselnya, dan menemukan pesan dari Elya yang hanya berisi pengingat untuk belajar. Ia membalas singkat, lalu menyadari betapa jauhnya hubungan mereka dari apa yang ia lihat di sekelilingnya. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ia memiliki seseorang, tetapi tetap merasa sendirian. Malam itu, Deva tidak langsung tidur. Ia hanya berbaring menatap langit-langit, membiarkan pikirannya berputar tanpa arah. Pertanyaan demi pertanyaan muncul, membuatnya semakin gelisah. Apakah hubungan seperti ini normal? Apakah semua pasangan pada akhirnya akan menjadi seperti ini? Atau justru ia yang salah karena mengharapkan sesuatu yang lebih? Ia mulai membayangkan bagaimana rasanya memiliki hubungan yang lebih hangat—penuh tawa, penuh cerita, dan penuh perhatian kecil yang sederhana. Pikiran itu terus berputar hingga akhirnya muncul satu pertanyaan yang tidak bisa ia hindari: apakah ia harus mencari seseorang yang bisa membuatnya merasa lebih hidup?
Unduh untuk perangkat lain: