Dunia kita bergerak begitu cepat, bising, dan menuntut tanpa henti. Manusia mengejar kesempurnaan, memburu prestasi, bahkan bertarung dengan dirinya sendiri. Akibatnya, kelelahan menjalar, solidaritas memudar, kontemplasi terhadap diri dan Tuhan membisu, dan jiwa perlahan kehilangan maknanya. Buku Selangkah Lebih Dekat ini hadir seperti tangan sahabat yang menepuk bahu, mengingatkan bahwa kelemahan bukanlah aib, melainkan pintu tempat kasih Tuhan bekerja. Setiap langkah kecil
Unduh untuk perangkat lain: