Pesantren telah lama menjadi benteng peradaban Islam di Indonesia. Di baliknya, kepemimpinan seorang kiai bukan hanya berfungsi sebagai pengasuh dan pengajar, melainkan juga penentu arah perjalanan spiritual, sosial, dan intelektual santri. Di era kontemporer yang ditandai oleh arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta munculnya tantangan radikalisme, pesantren dituntut untuk tetap menjaga tradisi sekaligus menghadirkan wajah Islam yang moderat. Buku ini hadir untuk memotret bagaimana kiai meneguhkan perannya sebagai pemimpin yang karismatik, visioner, dan transformatif. Melalui kepemimpinannya, pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang lahirnya nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan moderasi beragama. Dengan demikian, pesantren tetap relevan di tengah dinamika zaman, tanpa kehilangan akar tradisinya. Judul ini tidak hanya mencerminkan realitas kepemimpinan kiai di pesantren, tetapi juga menawarkan gagasan bahwa moderasi beragama adalah kunci bagi harmoni sosial dan keberlanjutan pendidikan Islam.
Unduh untuk perangkat lain: