Buku ini hadir untuk mengupas secara mendalam kompleksitas hubungan tersebut, khususnya dalam konteks Indonesia pasca-reformasi. Kami mencoba mengeksplorasi bagaimana kedua entitas ini berinteraksi, baik sebagai mitra, rival, atau bahkan ancaman satu sama lain, serta implikasinya terhadap konsolidasi demokrasi. Di satu sisi, intelijen dapat menjadi kekuatan pendorong stabilitas nasional; di sisi lain, politisasi intelijen justru berpotensi menggerogoti sendi-sendidemokrasi yang telah dibangun dengan susah payah.
Unduh untuk perangkat lain: