Di tengah era digital yang penuh sorotan dan validasi, banyak orang percaya terjebak dalam kehidupan rohani yang hanya tampak luar aktif melayani, rutin membagikan kutipan rohani, tetapi kehilangan kedalaman doa dan relasi pribadi dengan Tuhan. Buku PAPEDA β Pelayanan Aktif, Postingan Estetik, Tapi Doa Abaikan mengajak pembaca untuk merenungkan kembali kualitas iman mereka di balik layar, jauh dari pencitraan spiritual yang sering kali menipu. Melalui 35 bab yang jujur dan menggugah, penulis membuka mata kita terhadap berbagai kebiasaan rohani digital yang tampak βaktifβ, namun kosong secara batiniah. Buku ini tidak hanya mengkritik, tetapi juga membimbing pembaca menuju pertobatan, pemulihan, dan kehidupan yang berakar dalam Kristus bukan dalam konten atau sorotan semata. Ditulis dengan bahasa reflektif, relevan, dan menyentuh semua kalangan, PAPEDA adalah suara kenabian bagi generasi yang sibuk tampil tetapi lupa berakar. Inilah panggilan untuk kembali ke tempat sunyi, di mana iman tumbuh bukan karena ditonton, tetapi karena dijalani.
Unduh untuk perangkat lain: