Sejak manusia pertama menatap langit dan bertanya dari mana ia berasal dan ke mana tujuan hidupnya, pencarian terhadap kebenaran tak pernah berhenti. Pencarian melalui akal hingga perenungan terhadap wahyu yang terus berkembang dalam lintasan sejarah dan pemikiran manusia, selalu diwarnai oleh pencarian makna yang sama: Apakah keyakinan punya konsekuensi terhadap hakikat kehidupan? Jejak Tauhid menghadirkan dialog antara iman dan nalar dalam lintasan sejarah manusia. Buku ini mengupas akar munculnya berbagai sistem kepercayaan, mulai dari agama bumi yang lahir dari pikiran manusia hingga agama langit yang bersumber dari wahyu. Melalui pendekatan fikih perbandingan agama, penulis menghadirkan potret refleksi tentang bagaimana keyakinan, rasio, dan pengalaman spiritual saling bersinggungan dalam membentuk pandangan hidup umat manusia. Melalui buku ini, penulis berupaya untuk menunjukkan bahwa beragama bukan berarti menolak berpikir, dan berpikir bukan berarti menolak beriman. Dalam dunia yang semakin bising oleh relativisme dan keraguan, Jejak Tauhid menuntun pembaca kembali kepada keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas. Lebih dari sekadar bacaan, buku ini adalah undangan untuk menapak jejak para pencari kebenaran, menemukan kembali kehendak Tuhan yang sebenarnya, dan menyadari bahwa tauhid bukan hanya doktrin, tetapi jalan hidup yang dapat memerdekakan jiwa.
Unduh untuk perangkat lain: