Buku ini lahir dari kegelisahan mendalam menyaksikan ironi tersebut. Selama bertahun-tahun, kita menyaksikan para perajin sutra di Wajo, para penenun ikat di NTT, para pembatik di Pekalongan berjuang keras mempertahankan warisan leluhur, sementara pasar modern seolah berjalan di jalur yang berbeda. Klaim "go digital" digembar- gemborkan sebagai solusi, namun realitasnya banyak yang terjebak dalam ilusi: punya akun media sosial tapi sepi pembeli, masuk marketplace tapi kalah bersaing dengan produk murah, punya website tapi tidak ada yang mengunjungi.
Unduh untuk perangkat lain: