B uku yang sedang Anda baca ini, merupakan "Refleksi Alternatif" atas pikiran ke-duabelas antropolog yang saya kagumi. Bukan berarti, antropolog lainnya tidak mendapat tempat di hatiku. Mereka semua menjadi tokoh yang saya kagumi dan memberi apresiasi setinggi-tingginya. Namun saya memilih ke-duabelas antropolog ini berdasarkan beberapa pertimbangan khusus, yakni karena dalam pemikiran mereka cukup kuat terkandung nilai-nilai etika, moral dan spiritual yang memudahkan saya untuk memberikan refleksi alternatif atas nilai-nilai dasar ini.
Unduh untuk perangkat lain: