Membaca puisi-pusi Pater Fritz, kita seperti diajak memasuki labirin sunyi, yang membuat kita sadar bahwa kita sesungguhnya tengah menziarahi kehidupan. Dari sudut pandang teologis, tempat peziarahan menjadi sebuah perhentian. Setelah berhenti, beristirahat, merenung dan menimba kekuatan, para peziarah diharapkan mampu melanjutkan perjalanan dengan lebih menikmati dan lebih berdedikasi menuju Kota Abadi atau yang juga sering disebut sebagai Kota Tuhan.
Unduh untuk perangkat lain: