Ada orang yang menunggu hujan karena ia membawa dingin. Ada yang menghindarinya karena ia merusak rencana. Tetapi bagi sebagian jiwa yang diam-diam menyimpan ruang rahasia di dalam dada hujan adalah cara semesta berbicara: pelan, berulang, dan tak pernah benar-benar selesai. Elegi Hujan lahir dari keyakinan sederhana: bahwa kita semua pernah punya satu musim ketika perasaan terasa terlalu besar untuk ditanggung sendiri. Pada musim itu, kata-kata tidak cukup. Maka puisi datang sebagai jembatan, musik datang sebagai pelipur, dan hujan turun sebagai bahasa ketiga bahasa yang tidak meminta kita menjadi kuat, hanya meminta kita jujur.
Unduh untuk perangkat lain: