Narasi karya sastra tidak sekadar rangkaian peristiwa, melainkan ruang reflektif yang merepresentasikan dinamika psikis tokoh, pengarang, maupun pembaca. Melalui narasi, berbagai bentuk kesadaran, emosi, konflik batin, trauma, ingatan, dan pencarian identitas diungkapkan secara simbolik dan estetik. Pendekatan psikologi sastra abad ke-21 memungkinkan pembacaan teks yang lebih mendalam dengan mempertimbangkan perkembangan teori psikologi modern, seperti psikologi kognitif, psikoanalisis kontemporer, psikologi humanistik, hingga kajian afektif dan kesadaran. Buku referensi ini membahas landasan teoretis psikologi sastra, transformasi pendekatan klasik menuju perspektif kontemporer, serta penerapannya dalam analisis teks sastra modern. Dengan menempatkan narasi sebagai cermin psikis, buku referensi ini mengajak pembaca melihat karya sastra sebagai representasi pengalaman batin yang kompleks, dinamis, dan kontekstual dengan realitas sosial-budaya abad ke-21.
Unduh untuk perangkat lain: