Buku ini berusaha menghadirkan kembali secara kronologis peristiwa Petisi 50 tahun 1980-an yang begitu menyita perhatian masyarakat Indonesia. Di era yang sudah sangat terbuka terhadap penulisan sejarah ini, penulis ingin kisah tentang Petisi 50 mengisi ruang-ruang kosong penulisan sejarah Indonesia. Petisi 50 bukanlah peristiwa yang tiba-tiba namun akumulasi dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Kritik yang disampaikan oleh para mantan perwira tinggi ABRI yang tergabung dalam Fosko pada tahun 1978 dianggap cukup mengganggu pemrintah. Belum lagi aksi walk out yang dilakukan oleh PPP dari unsur NU saat Sidang Umum MPR 1978 membahas P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Walk out kembali diulang saat DPR sidang membahas RUU Pemilihan Umum 1982. Semakin panas dengan keluarnya Petisi 26 yang menyoroti masalah anggota DPR dengan sistem pengangkatan yang dinilai tidak mencerminkan demokrasi. Kritik yang bertubi-tubi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi suara Golkar dalam Pemilihan Umum 1982 sehingga Presiden Soeharto melakukan serangan balasan dengan memanfaatkan pidato kepresidenan di Rapim ABRI dan HUT Kopassandha
Unduh untuk perangkat lain: