Suksesi kepemimpinan di gereja terkadang rumit dan melahirkan konflik. Situasi ini tidak saja mengancam tercapainya misi Allah melalui gereja, tetapi juga keutuhan gereja. Huria Kristen Indonesia (HKI), sebagai salah satu gereja kesukuan yang berbasis di Sumatera Utara, juga kerap mengalami konflik saat pergantian pemimpin. Fakta sejarah menunjukkan bahwa HKI sangat rentan mengalami ketegangan dan pengelompokan (konflik) dalam setiap pemilihan pemimpin. Untuk menyelesaikan masalah itu, HKI akhirnya mengubah cara pemilihan dari metode voting menjadi metode undi dimulai sejak tahun 2015. Sejak itu, pemilihan Pucuk Pimpinan HKI tidak mengalami ketegangan dan pengelompokan lagi. Namun, masih ada sebagian kecil pihak internal HKI yang kurang puas atau kurang menerima metode undi yang dipraktikkan oleh HKI.
Unduh untuk perangkat lain: