Struktur buku ini mencakup sembilan bab utama. Bab pertama hingga ketiga membahas dasar konseptual dan teoretis antropologi perbatasan dan pedalaman. Bab keempat dan kelima menyoroti karakter sosial-budaya masyarakat perbatasan dan pedalaman melalui analisis empiris serta studi kasus dari berbagai daerah di Indonesia. Bab keenam memperlihatkan hubungan dan interaksi antara dua wilayah tersebut sebagai satu kesatuan sistem sosial-ekologis. Bab ketujuh membahas metodologi penelitian antropologi di wilayah terpencil dan terluar, sedangkan Bab kedelapan dan kesembilan mengangkat isu-isu kontemporer, arah pengembangan studi, serta refleksi epistemologis terhadap peran antropologi dalam pembangunan wilayah pinggiran.
Unduh untuk perangkat lain: