Langit di atas bumi perkemahan sore itu tampak cerah, namun embusan angin bertiup jauh lebih kencang dari biasanya. Di tengah kegembiraan hari pertama kemah sekolah, sebuah insiden tak terduga terjadi. Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang cukup nyaring, disusul dengan jatuhnya kain terpal besar yang menutupi area peristirahatan. Tenda utama mereka roboh seketika, mengubur semua peralatan yang baru saja tertata rapi. Melihat kekacauan tersebut, tiga anggota pramuka ini tidak tinggal diam. Mereka segera berbagi tugas dengan sigap tanpa perlu banyak bicara. Salah satu dari mereka langsung mengambil palu kayu untuk menanamkan kembali pasak-pasak yang terlepas dari tanah yang gembur. Anggota lainnya berusaha sekuat tenaga menahan tiang penyangga yang berat agar kerangka tenda bisa kembali berdiri tegak. Sementara itu, yang lainnya menarik tali pengikat dengan kencang untuk memastikan kain tenda tidak lagi goyah diterpa angin malam. Keringat bercucuran di dahi mereka, namun semangat kerja sama tim mengalahkan rasa lelah yang menghinggap. Mereka sadar bahwa tanpa kekompakan, malam itu mereka tidak akan memiliki tempat untuk berteduh. Setelah perjuangan yang cukup menguras tenaga, tenda itu akhirnya berhasil ditegakkan kembali dengan lebih kokoh. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam kepramukaan, tantangan seberat apa pun dapat diatasi jika dihadapi bersama dengan kepala dingin dan kerja keras. Malam yang damai pun siap mereka nikmati di bawah naungan tenda yang kembali berdiri megah.
Unduh untuk perangkat lain: