Sebagai warisan arsitektur, bharuga bukanlah sekadar ”bangunan tradisional”, tetapi bagian dari infrastruktur kekuasaan di era Kesultanan Buton. Di tempat inilah berbagai hal penting menyangkut eksistensi kesultanan dimusyawarahkan. Pelestarian Bharuga Wolio tidak cukup hanya dari aspek fisik bangunan, tetapi sekaligus mencakup khazanah nilai budaya yang dikandungnya. Sebagai salah satu warisan arsitektur lokal Nusantara, melalui pelestarian yang tepat dan berkelanjutan, eksistensi Bharuga Wolio diharapkan dapat terus hidup, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah bangsa.
Unduh untuk perangkat lain: