Lestarikan Bumi dengan Komunikasi Lingkungan

Lingkungan
Lestarikan Bumi dengan Komunikasi Lingkungan

2 MB
ebook
0 Dilihat
Penerbit
ISBN
978-602-401-762-0
Kategori
eISBN
978-602-453-157-7
Wishlist
Bagikan

Sinopsis

Buku ini merupakan cara penulis berbagi dengan pembaca bahwa alam ini memerlukan perhatian khusus. Buku ini akan membuka mata kita semua bahwa melesatarikan alam tidak sesulit yang kita rasakan. Buku ini menjelaskan secara gamblang bagaimana berkomunikasi dengan lingkungan demi menciptakan alam yang seimbang. Berkomunikasi adalah aktifitas yang sangat kompleks dan mencakup berbagai aspek. Faktor kejiwaan, faktor ruang dan waktu, faktor budaya, termasuk faktor lingkungan, sangat mempengaruhi. Salah satu perspektif penting dalam keilmuan komunikasi adalah traksaksional (Barlund, 1970). Tekanannya adalah mekanisme komunikasi yang mengedepankan aspek dua arah, berkelanjutan, dan tidak ada titik berhenti. Mengenai ini (komunikasi lingkungan) terdapat beberapa pandangan. Kajian yang banyak muncul adalah pada konteks pola adaptasi manusia dengan alam dengan dasar pada kearifan lokal yang dimiliki. Wilayah komunikasi lingkungan adalah salah satu bidang yang juga mengalami proses fluktuasi dan terus dinamis. Fluktuasi ini berkisar seputar posisi manusia dengan lingkungan dan sudut pandang dalam melihat lingkungan itu sendiri. Apakah lingkungan dianggap sebagai posisi yang aktif ataukah justru pasif yang bersifat hanya menerima saja perlakuan dari manusia. Buku ini juga menggiring kita untuk darurat memaknai alam. Ketika kemarau berkepanjangan datang adalah tanda bahwa alam sedang berkomunikasi dengan lingkungannya. Buku ini memberikan solusi atas apa yang sudah terjadi pada lingkungan kita. Salah satunya adalah dengan memaknai hari bumi. Hari bumi harus digunakan sebaik-baiknya sebagai momentum yang pas untuk melakukan gerakan menjaga alam. Buku ini juga dilengkapi dengan kasus-kasus pencemaran lingkungan, mulai dari kasus pencemaran PT BMH. Buku ini juga membahas tentang lahan gambut. Penelusuran tim Balar Palembang juga menemukan fakta bahwa sebagian situs tersebut rusak tidak hanya karena ulah sekelompok pengejar harta karun, tetapi lebih parah karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tahun 2014 dan 2015 lalu. Lokasi situs tersebut berada pula di kawasan gambut, yang dimusim kemarau lalu sangat rentan untuk terbakar.

Tags:
Keyword:

Untuk membaca, silahkan unduh aplikasi di bawah ini:

Unduh untuk perangkat lain:

playstore windows appstore macos

Ulasan Pembaca

0.0 /5
5
(0)
4
(0)
3
(0)
2
(0)
1
(0)

Ulasan (0)

Urutkan
no-review

Belum Ada Ulasan

Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Orang Lain Juga Membaca Buku Ini

Buku Lainnya dari Penerbit Deepublish Digital

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Kategori Umum

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Sub Kategori Lingkungan

Selengkapnya

Buku Terbaru

Buku Terpopuler

Selengkapnya
Lestarikan Bumi dengan Komunikasi Lingkungan

Lestarikan Bumi dengan Komunikasi Lingkungan

Yenrizal

Preview
Hubungi Kami
cara-membaca-buku