Hukum sejati bukanlah deretan kalimat yang membeku dan terpenjara dalam sangkar rasionalitas positivisme. Buku ini hadir sebagai ‘Suluk’, untuk kembali pulang. Melalui Ilmu Hukum Noetik, kita diajak menapaki tangga kesadaran, meninggalkan kepatuhan mekanis yang buta. Puncaknya adalah mewujudkan diri dan norma yang menghamba. Dengan demikan ruang sidang dapat diubah sebagai mihrab suci bagi penyembuhan peradaban manusia. Ini bukan sekadar literatur, melainkan ketukan palu nurani yang merindukan Tuhan. Bacalah lembaran ini, bukan hanya dengan mata, tetapi dengan getaran hati terdalam.
Unduh untuk perangkat lain: