Hukum modern seringkali tampil sebagai berhala teks yang dingin; ia fasih mengeja pasal namun gagap membaca jeritan penderitaan manusia. Di tengah kekeringan makna ini, Hermeneutika Hukum Noetik hadir sebagai oase spiritual yang menggugat kematian nurani dalam penegakan hukum. Buku ini bukan sekadar tawaran metodologis, melainkan jalan “pulang” untuk menyatukan kembali ketajaman logika dengan kelembutan nurani yang bening. Ia mengajak setiap orang bertransformasi menjadi “Perajut Luka” yang memulihkan. Inilah risalah bagi mereka yang merindukan hukum yang tak hanya sah secara prosedur, tetapi juga hangat memeluk dan memanusiakan.
Unduh untuk perangkat lain: