Buku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus kekaguman penulis terhadap daya tahan (sustainability) kurikulum pesantren salafiyah dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus modernisasi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta tuntutan standarisasi nasional, pesantren tetap berdiri kokoh dengan identitasnya. Tradisi keilmuan yang berakar kuat pada turats (kitab-kitab klasik), sistem talaqqi, sorogan, dan bandongan, tidak sekadar bertahan, tetapi terus bertransformasi secara kontekstual tanpa kehilangan ruh aslinya.
Unduh untuk perangkat lain: