Kita sering memandang patung, tenun, anyaman, ukiran kayu, atau perhiasan tradisional sebagai “benda budaya” yang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal banyak di antaranya lahir dari kebutuhan yang dekat: untuk dipakai, dibawa, disimpan, menghias rumah, atau hadir dalam momen penting. Buku ini mengajak pembaca mengenal kriya Nusantara lewat cara yang sederhana dan mudah diikuti, dengan menyorot hubungan antara bahan, proses, fungsi, serta makna yang menyertainya. Penjelasannya dibuat ringkas dan jelas, sehingga pembaca bisa memahami tanpa perlu merasa harus menguasai istilah teknis. Pembaca juga diajak memperhatikan hal-hal yang sering terlewat, seperti tanda-tanda pengerjaan yang rapi, alasan sebuah motif terasa khas, dan bagaimana sebuah karya bertumbuh dari lingkungan serta kebiasaan setempat. Buku ini menekankan langkah-langkah yang realistis agar kriya tetap hidup dan dihargai dengan cara yang tepat. Mulai dari memilih produk yang asal-usulnya jelas, merawatnya dengan tepat, sampai menghormati kerja pengrajin dan sumber inspirasinya. Dengan kebiasaan kecil yang konsisten, kriya tidak berhenti sebagai pajangan, tetapi menjadi pintu untuk mengenal Indonesia lewat karya tangan yang nyata.
Unduh untuk perangkat lain: