Seni Tega mengangkat refleksi tentang kebiasaan menjadi people pleaser yang kerap mengorbankan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain, lalu menawarkan perubahan cara pandang untuk membangun batasan yang sehat dan menjaga kewarasan diri. Dengan gaya humoris, satir, dan penuh sindiran yang menggelitik, buku ini membahas pentingnya berkata βtidakβ, mengelola rasa bersalah, melakukan detoks relasi dan digital, serta menikmati JOMO (Joy of Missing Out) sebagai bentuk kebebasan personal. Beragam strategi tegas, mulai dari menjaga jarak, membatasi akses, hingga membangun lingkar pertemanan yang tulus, diulas sebagai bagian dari transformasi menuju pribadi yang lebih sadar diri dan berdaulat atas hidupnya. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa menetapkan batasan bukanlah tindakan jahat, melainkan wujud penghargaan dan cinta yang matang terhadap diri sendiri.
Unduh untuk perangkat lain: