Buku ini mengulas upaya menjaga akidah Islam di tengah dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang, khususnya dalam konteks pergantian akhir dan awal tahun serta kehidupan masyarakat majemuk. Pembahasan menempatkan fenomena sosial sebagai ruang ujian kesadaran iman, dengan menguraikan konsep toleransi dalam Islam yang berpijak pada prinsip akidah tanpa mengaburkan keyakinan, disertai penjelasan tentang batas-batas toleransi dan keteladanan Rasulullah ? dalam membangun kehidupan damai tanpa kompromi akidah. Uraian juga menyoroti polemik yang berulang terkait ucapan selamat hari raya keagamaan, tinjauan akidah dan pandangan ulama, serta sikap menghadapi tradisi, tekanan sosial, dan normalisasi budaya. Keseluruhan pembahasan disajikan untuk menggambarkan pentingnya keteguhan, keseimbangan, dan keteduhan sikap dalam menjaga akidah sekaligus berinteraksi secara harmonis di ruang publik dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Unduh untuk perangkat lain: