Islam, yang dipandang oleh sebagian pihak sebagai sebuah sistem nilai yang statis, sebenarnya menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi tantangan modernitas, termasuk demokrasi. Sebaliknya, demokrasi yang sering dianggap sebagai sistem yang sekuler dan netral agama, di berbagai tempat justru harus menyesuaikan diri dengan konteks budaya dan religius setempat agar dapat diterima dan diadopsi secara luas. Koleksi Tempo Publishing
Unduh untuk perangkat lain: