Kejadian dimulai pada Oktober 2007, saat lagu "Rasa Sayange" yang berasal dari Maluku, Indonesia, digunakan oleh Malaysia dalam kampanye wisata mereka. Hal ini memicu respons dari berbagai kalangan di Indonesia, termasuk anggota DPR dan masyarakat umum, yang merasa bahwa penggunaan tersebut merugikan hak cipta budaya Indonesia. Koleksi Tempo Publishing
Unduh untuk perangkat lain: