Buku kategori pertanian berjudul Sorgum Ketan Coklat Tua Lokal: Karakteristik dan Potensi sebagai Pangan Lokal Alternatif Pengganti Beras merupakan karya Rahmawati, Julfi Restu Amelia dan Shanti Pujilestari. Di Indonesia, sorgum ditemui di berbagai daerah. Saat ini daerah yang banyak ditumbuhi sorgum dan mulai direkomendasikan baik sebagai pangan maupun pakan adalah Lamongan. Di Lamongan tumbuh sorgum local cokelat tua yang belum banyak dikembangkan pemanfaatannya. Saat ini pemanfaatn sorgum biasa sebagai bahan baku nasi telah dilakukan, namun terdapat beberapa kendala dalam pengolahannya, salah satunya adalah bijinya yang keras. Dalam proses menyosoh, endosperma yang diperoleh sudah tidak memiliki pericarp dan atau lembaga. Kekerasan endosperma sorgum diukur sebagai persentase endosperma corneous/vitreous terhadap keseluruhun endosperma. Kekerasan endosperma memengaruhi rendemen beras sorgum. Rendemen yang rendah dihasilkan karena biji sorgum disosoh sebanyak dua kali sebelum diolah. Penyosohan bertujuan menghilangkan pericarp dan lembaha. Pericarp merupakan lapisan terluar biji sorgum yang terikat kuat pada endosperma dan bersifat sulit dicerna, di mana lembaga mengandung lemak tinggu sehingga mudah teroksidasi dan menyebabkan ketengikan. Demikian selanjutnya, seluruh proses pengelolaan sorgum yang tepat dapat ditemukan dalam buku ini.
Unduh untuk perangkat lain: