Buku ini menyebut soal personal journalism yang melekat pada empat tokoh pers setelah masa kemerdekaan ini yang terwujud dalam sosok BM Diah (Merdeka), Rosihan Anwar (Pedoman), Mochtar Lubis (Indonesia Raya), dan Suardi Tasrif (Abadi). Personal journalism di sini merujuk pada pengertian bahwa sosok pribadi dari si tokoh turut mewarnai isi koran yang dipimpinnya. Mochtar Lubis yang melihat masalah dengan hitam-putih akan terdengar berani, dibandingkan dengan Pedoman yang cukup berstrategi sebelum melontarkan komentar ataupun membuat liputan. Beda lagi dengan sosok BM Diah yang juga cukup kritis terhadap pemerintahan, sedang Suardi Tasrif dengan latar belakang sebagai orang hukum akan juga cukup berhati-hati dalam mengungkapkan pandangannya.
Unduh untuk perangkat lain: