Seiring dengan berkembangkan model-model penelitian dalam bidang humaniora, khususnya tradisi lisan/sastra lisan, penelitian peribahasa berlanjut hingga dewasa ini. Salah satu alasan akademik dikemukakan oleh Omolewa (2007), bahwa dalam masyarakat tradisional, peribahasa adalah salah satu elemen pelestarian budaya dan sejarah yang disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Beragam temuan penelitian tentang peribahasa ini dapat dibaca di perpustakaan dan jurnal ilmiah nasional dan internasional. Penelitian peribahasa (amaedola) Nias hingga saat ini masih terbatas pada manuskrip yang dikumpulkan secara perorangan. Salah satu kumpulan peribahasa Nias dalam bentuk naskah ketikan, pertama kali dilakukan oleh B. La
Unduh untuk perangkat lain: