Vulvovaginal Candidiasis merupakan infeksi pada perempuan yang memiliki morbiditas psikososial luas dan insidensinya sangat tinggi (Nyirjesy et al., 2006; Nucci & Marr, 2005). Dampak psikososial meliputi ketidaknyamanan, gangguan citra diri, gangguan fungsi seksual dan biaya terapi VVC yang sangat tinggi. Perempuan dengan VVC merasa dirinya kotor dan terganggu saat sexual intercourse. Dari segi biaya terapi, perempuan di Amerika Serikat pada tahun 2002 menghabiskan lebih dari setengah miliar dolar untuk pengobatan VVC (Nyirjesy et al., 2006; Marazzo, 2003). Kejadian VVC juga terjadi pada sekitar 55 % perempuan dimana minimal perempuan pernah mengalami sekali episode selama hidupnya (Foxman et al., 2013). Di Indonesia, prevalensi VVC secara umum berkisar 70% (Jazan, 2003). Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Penyakit Menular Depkes RI, etiologi terbanyak dari vulvovaginitis di Jakarta adalah kandidiasis, yakni sebesar 52,8 % (Supit, 2007).
Unduh untuk perangkat lain: