Pendidikan Indonesia hari ini berdiri di persimpangan besar antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara modernitas dan kemanusiaan. Di tengah kemajuan teknologi yang menakjubkan, kita justru menyaksikan bagaimana kemampuan berpikir kritis dan nalar publik semakin melemah. Sekolah menjadi ruang administratif yang efisien tetapi sering kehilangan jiwa reflektifnya. Di sinilah Madilog Materialisme, kembali menemukan relevansinya sebagai sistem berpikir yang dapat membebaskan pendidikan dari kejumudan dan kebiasaan berpikir instan. Buku ini lahir dari keyakinan bahwa inti pendidikan bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan transformasi kesadaran. Ia bukan kumpulan teori filsafat kering, melainkan undangan untuk berpikir jernih di tengah kabut kebingungan. Pendidikan Madilog mengajak guru, siswa, dan para pemimpin pendidikan untuk menyalakan kembali api rasionalitas yang pernah disulut oleh Tan Malaka. Dalam setiap halaman, pembaca diajak untuk merenungi hakikat manusia sebagai makhluk yang berpikir, berperasaan, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan.
Unduh untuk perangkat lain: