Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus optimisme terhadap kondisi pesantren di era digital, ketika tradisi pengajian kitab kuning menghadapi tantangan perubahan zaman, keterbatasan akses, serta dampak pandemi yang sempat membatasi aktivitas tatap muka santri di pondok. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi menyediakan peluang besar untuk merancang model pengajian yang lebih terbuka, fleksibel, dan mudah diakses tanpa harus menghilangkan karakter tradisional pesantren.
Unduh untuk perangkat lain: