Sejak tahun 2002 Kementrian Pendidikan Thailand telah menerapkan kurikulum Pendidikan dasar 2001. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum 2001 selama kurun 6 tahun telah menunjukan kekuatan dan kelemahan Kurikulum 2001, sebagai contoh, Kurikulum 2001 memberikan kesempatan desentralisasi otoritas Pendidikan, memberikan kesempatan komunitas lokal dan sekolah untuk berpartisipasi dan memainkan peranan penting untuk mempersiapkan kurikulum sehingga memenuhi keinginan mereka. Namun demikian, hasil evaluasi terhadap Kurikulum 2001 ini menunjukan sejumlah kelemahan yang berkaitan dengan kurikulum itu sendiri, meliputi penerapannya, proses pelaksanaannya, kesulitan guru dan praktisi dalam mempersiapkan kurikulum sekolahnya. Banyak sekolah sangat berambisi membuat konten pembelajaran dan keluaran yang diharapkan namun pada saat ujian dan penilaian tidak sesuai dengan kriteria standar yang ditetapkan. Selain itu, kualitas peserta didik dalam menyerap pengetahuan dasar dan keterampilan yang diharapkan cukup mengecewakan.
Unduh untuk perangkat lain: