Bangsa Indonesia memiliki banyak peninggalan monumental dari nenek moyang yang berupa berbagai bentuk karya seni budaya. Salah satu peninggalan berupa karya seni budaya itu ialah berupa candi yang sering disebut dengan nama candi Sukuh. Candi ini sering tinggi interpretasi sebagai candi porno karena terdapat gambaran phalus dan vagina secara realistis. Hal tersebut terjadi karena merupakan bentuk interpretasi baru simbol-simbol yang terdapat di dalam candi tersebut sehingga menimbulkan suatu interpretasi yang menilai negatif terhadap candi dari nenek moyang itu. Buku ini ingin menyajikan suatu interpretasi baru yang tetap bertahan pada artefak-artefak di Candi Sukuh. Salah satu bentuk interpretasi tersebut ialah interpretasi burung garuda yang merupakan simbol dari bangsa Indonesia. Garuda merupakan simbol dari suatu ketulusan hati seorang anak dalam membebaskan dan memuliakan ibunya dari marabahaya. Sementara itu, gambaran phalus dan vagina secara realistis sebenarnya mengingatkan manusia akan asal mula mereka yang berasal dari ayah dan ibunya. Sebuah cara untuk mengingatkan asal usul manusia.
Unduh untuk perangkat lain: