Bianglala adalah sehimpun puisi yang saya kumpulkan sejak pertama kali menjejakkan kaki di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Dawuhan. Sebuah taman kecil yang tak hanya menyemai kembang, tapi menyemai senyum manusia-manusia masa depan. Di sana, saya diamanahi untuk menjaga, merawat, dan menanamkan sesuatu di dada mereka. Memang, puisi ini tak hanya bercerita tentang anak-anak itu, ada juga kisah kehidupan, anak-anakku sendiri, dan semua yang sempat teramati oleh mata dan rasa. Puisi-puisi ini juga sebagai bentuk ungkapan isi hati yang tak bisa kunarasikan dalam kalimat-kalimat panjang. Kuputuskan untuk menuliskannya karena ternyata ingatan berumur pendek. Aku pernah coba betul-betul mengingat suatu ungkapan. Tapi ungkapan itu tak terjaga barang lima belas detik pun.
Unduh untuk perangkat lain: