Bukankah kau akan selalu mencintaiku? Walaupun ternyata kau hanya hadir lewat syair puisi yang selalu kumadahkan dikala aku sedang tidak baik-baik saja, namun kembali membuatku tersenyum manis kala aku sedang terbuai oleh kata-kata indah yang sejurus menggetarkan hati. Puisi ibarat Roh yang selalu hidup, ia bak cahaya lilin yang redup namun tak sampai padam. Ia laksana laut yang maha luas dan dalam, namun tetap teduh bagi seorang nahkoda yang akrab dengan kerasnya hidup
Unduh untuk perangkat lain: