Sutra Gandawyuha adalah salah satu Sutra terpenting dalam Buddhisme tradisi Mahayana. Versi awal terjemahan Cina atas Gandawyuha dilampirkan sebagai bab terakhir dari Avatamsaka Sutra, sementara versi terjemahan yang terakhir, di mana Sutra ini dianggap sebagai teks tersendiri, diberi judul Huayanjing. Sutra sebanyak 460 panel ini terpatri di lorong 2, 3, dan 4 di Candi Borobudur, yang menurut arkeolog Prof. Dr. Noerhadi Magetsari merupakan integrasi dua aliran besar agama Buddha yaitu Sutrayana dan Tantrayana. Harta, Takhta, dan Wanita dalam Gandawyuha: Kelana Pemuda Sudhana Mencari Pencerahan berisi kisah tokoh utama Sutra ini, pemuda bernama Sudhana, putra seorang pedagang-bankir yang meninggalkan rumah demi memulai perjalanan spiritualnya sendiri. Dalam perjalanannya, Sudhana berguru pada lebih dari 50 Kalyanamitra (alias takhta) dari berbagai kalangan tanpa melihat asal strata sosial mereka, seperti Brahmana, pedagang-bankir, tabib, ratu, perumah tangga, dll. Kalyanamitra Sudhana, yang beberapa di antaranya merupakan hartawan, secara mengejutkan juga mencakupi sejumlah besar wanita dan non-Buddhis, seperti Wasumitra, Siwa Mahadewa, dll.
Unduh untuk perangkat lain: