Berangkat dari pengalaman Rumah Dongeng Damai di Maluku, penulis menekankan pentingnya mendongeng sebagai strategi kontekstual, kolaboratif, dan interaktif untuk melawan segregasi, menguatkan kebersamaan, serta membangun budaya damai dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Buku Dongeng dalam Pendidikan Perdamaian menghadirkan kurikulum berbasis masyarakat majemuk yang menjadikan dongeng sebagai sarana efektif menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada anak-anak. Dengan mengintegrasikan 12 nilai universal dari UNESCO dan PBB serta 9 buah Roh, buku ini menyajikan 15 nilai yang dapat membentuk karakter anak agar lebih toleran, cinta damai, kreatif, dan berakhlak mulia.
Unduh untuk perangkat lain: