Buku kategori ilmu sosial berjudul Perspektif Gender dalam Public Relations: Teori, Implementasi, dan Transformasi Industri merupakan karya Deborah Nauli Simorangki. Profesi Public Relations (PR) di Indonesia, dan juga di banyak negara lain, sering kali menampilkan wajah perempuan, memberikan kesan bahwa bidang ini telah mencapai kesetaraan gender. Fenomena yang disebut feminisasi profesi ini terjadi karena PR dianggap sebagai bidang yang menghargai keterampilan yang secara stereotipikal dianggap "feminin," seperti empati, komunikasi, dan kemampuan membangun relasi. Namun, dominasi jumlah perempuan tidak serta-merta berarti tidak ada diskriminasi. Justru sebaliknya, banyak penelitian menunjukkan adanya sebuah paradoks: meskipun perempuan mendominasi di tingkat staf dan teknis, mereka sering kali menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai posisi puncak. Hambatan seperti "langit-langit kaca" (glass ceiling), kesenjangan gaji, dan jebakan peran yang menuntut mereka untuk terus melakukan "kerja emosional" menjadi tantangan nyata yang membatasi kemajuan karier, sementara posisi manajerial dan kepemimpinan strategis masih lebih banyak diisi oleh laki-laki.
Unduh untuk perangkat lain: