Seiring dengan itu, pemikiran-pemikiran tentang post-Islam menjadi pusat perhatian, menawarkan alternatif bagi polarisasi antara Islam tradisional dan modern. Pemikir-pemikir seperti Muhammad Abed Al-Jabiri dan Fazlur Rahman memberikan wawasan baru tentang bagaimana menjembatani dua kutub ini, dengan mengintegrasikan kritisisme terhadap tradisi dengan kebutuhan modernisasi. Koleksi Tempo Publishing
Unduh untuk perangkat lain: